Tuesday, April 9, 2013

Sertifikasi ISO 20000

Manfaat ISO 20000
Boleh dibilang saat ini adalah eranya sertifikasi. Hal apapun dibuat standar dengan sertifikasi sebagai acuan utamanya. Baik standar nasional yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi di bawah naungan Badan Standardisasi nasional (BSN) maupun standar internasional yang dikeluarkan oleh institusi sertifikasi internasional. Dalam dunia pendidikan ramai dibicarakan sertifikasi untuk tenaga pengajar. Dunia IT tidak ketinggalan dengan seabreg sertifikasi. Surat izin mengemudi adalah standar bagi personal yang di-authorize untuk mengemudikan kendaraan. Bahkan sebuah helm saja memiliki standar yang tersertifikasi.
Standar umum, dan yang pertama digunakan dalam manajemen layanan Teknologi Informasi (TI) adalah ISO/IEC 20000 (ISO 20000). Standar ini secara spesifik menentukan persyaratan bagi institusi (merujuk kepada BUMN, Swasta dan Government) penyedia layanan TI untuk merencanakan, menetapkan, menerapkan, mengoperasikan, memantau, mereview, memelihara dan meningkatkan sistem manajemen layanan TI.

Wednesday, September 26, 2012

Implementasi ITIL: Sebuah Upaya Peningkatan Kualitas Layanan TI

 Pentingnya ITIL

Anda seorang developer aplikasi, sedang asyik coding, tiba-tiba User menanyakan mengapa mereka tidak bisa melakukan printing dari aplikasi yang anda buat. Atau anda seorang Network Enginer mendapat call dari pimpinan institusi (merujuk kepada BUMN, Swasta dan Government) untuk melakukan troubleshoot pada workstation-nya yang bermasalah. Sekali dua kali mungkin masih bisa kita tolerir. Namun jika frekuensinya besar dan berulang menjengkelkan bukan?.

Investasi Teknologi Informasi (TI) oleh unit TI sering dipandang oleh bagian lain institusi sebagai suatu pemborosan, tidak penting. Tidak adanya single point of contact untuk dukungan TI user, membuat user bingung dan frustasi kemana mereka melapor. Beban kerja tidak tercatat atau manajemen yang tidak memiliki kontrol terhadap bawahan. Hal-hal tersebut lumrah dalam pengelolaan layanan TI.

Implementasi Service Desk

Pentingnya Service Desk
“Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda” sepenggal kalimat iklan tersebut boleh jadi sesuai dengan peran kritikal Service Desk dalam manajemen layanan TI. Ketika Impresi positif muncul saat User berhubungan dengan penyedia layanan TI melalui Service Desk yang professional, maka akan terbentuk rasa nyaman untuk selanjutnya berkembang menjadi trust dan pada akhirnya memiliki dampak terhadap loyalitas User kepada institusi penyedia layanan TI. Imbasnya ketika trust meningkat menjadi loyalitas maka keberadaan institusi layanan TI menjadi langgeng. Sebaliknya ketika impresi negatif diterima oleh User yang terjadi adalah distrust, lunturnya loyalitas dan bagian terburuknya User tidak lagi menggunakan layanan TI dari institusi tersebut.
Begitu pentingkah Service Desk sehingga mampu menaikan atau menurunkan image, menjadi katalis berakhir atau berlanjutnya suatu hubungan kerja antara penyedia layanan TI dengan User-nya?.

Sunday, February 19, 2012

An Introductory Overview ITIL V3 : Buku Terjemahan

ITIL merupakan best practice sekaligus good practice dalam pengelolaan layanan TIK. Saat ini ITIL Versi 3 merupakan keluaran terbaru itSMF dalam pengelolaan layanan TIK. Tulisan ini merupakan terjemahan dari buku “An Introductory Overview of ITIL V3” keluaran itSMF (IT Service Management Forum). Banyak hal-hal baru tertuang dalam ITIL V3 yang tidak ditemukan dalam versi-versi sebelumnya.

Hal yang paling dominan dari versi sebelumnya adalah prinsip “IT Integrated with Business” di versi sebelumnya “IT Align with Business”. Perubahan prinsip dasar ini yang menyebabkan pendekatan dalam mengelola layanan berubah.

Secara ringkas buku terjemahan ini menyajikan paparan high level pada ITIL Versi 3. Ada 5 bagian utama dalam ITIL V3, yakni Service Strategy, Service Design, Service Transition, Service Operation dan Continual Service Improvement.

Sebagai pengantar buku ini patut untuk disimak.

Download tulisan lengkap: aamusda-Pengantar ITIL V3

Wednesday, August 10, 2011

Penerapan IT Service Management (ITSM) di Pusintek Kemenkeu

Latar Belakang

Mengingat dinamika organisasi dan teknologi yang sedemikan pesat dan meningkatnya harapan pengguna akan layanan TIK yang handal serta semangat untuk meningkatkan kualitas layanan TIK yang lebih baik kepada pengguna, maka Pusintek sebagai penyelenggara layanan TIK Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mulai memperhatikan proses pengelolaan layanan yang baik. Perangkat yang telah dimiliki saat ini telah memadai untuk menyelenggarakan layanan yang diharapkan, akan tetapi kecanggihan perangkat tidak selalu mampu menjawab tantangan dan kebutuhan organisasi secara umum. Untuk itu diperlukan perangkat kebijakan, kerangka kerja, prosedur dan instruksi kerja yang memadai baik dari sisi ruang lingkup maupun kedalaman informasinya.

Pelaksanaan pekerjaan TIK yang berhubungan langsung dengan pengguna dan memiliki ruang lingkup luas seringkali menimbulkan beberapa permasalahan, diantaranya :

  1. Banyak pekerjaan yang tidak tercatat
  2. Laporan gangguan TIK dari pengguna tidak selesai tepat waktu
  3. Laporan permintaan layanan dari pengguna tidak selesai tepat waktu
  4. Tidak meratanya beban kerja pegawai
  5. Belum dapat mengukur kinerja organisasi secara periodik

Thursday, July 15, 2010

Tentang Jodoh

Istri saya menceritakan bahwa seorang teman wanitanya sudah pernah beberapa kali berhubungan dengan laki-laki, putus sambung begitu katanya, hingga akhirnya sekarang sendiri. Teman wanitanya yang lain bercerita bahwa dirinya belum pernah berhubungan dengan laki-laki, namun ingin segera bersuami. Lain ceritanya dengan temannya yang lain, pernah menjalin hubungan, namun putus ditengah jalan hingga tidak sampai ke jenjang pernikahan.
Pada lain kesempatan teman laki-laki saya menceritakan bahwa dia ingin segera menikah, namun masih belum ketemu wanita yang cocok. Dilain waktu saya berkesempatan berbincang dengan seorang teman (masih laki-laki), dialog denganya masih seputar wanita, katanya dia belum pernah menjalin hubungan secara intens dengan wanita, karena selalu tertolak katanya, belum ada yang mau dengannya (itu bahasa kasarnya). Ingat obrolan seperti ini saya jadi teringat teman (saya) juga, seorang laki-laki, dia sudah berulang kali menjalin hubungan dengan wanita, namun hingga saat ini tak menemui ujung, hingga akhirnya terkesan “malas”untuk mencari lagi.
Saya selalu mengatakan bahwa jodoh di tangan Tuhan, seperti semua hal yang terjadi di alam ini, dahulu, sekarang dan ke depan adalah semua ketentuan-Nya. Bahwa kita harus tunduk kepada ketentuan-Nya adalah keniscyaan dan sesuatu yang tidak terbantah. Namun, kita juga diperintahkan untuk berusaha. Bekerja, berdoa dan berserah diri kepada-Nya.

Tuesday, July 13, 2010

Pentingnya Regenerasi dalam Organisasi

Tidak diragukan lagi dalam suatu organisasi, unsur manusia (Man), merupakan unsur utama di luar unsur-unsur lainnya dalam manajemen. Dari Manusia lah unsur-unsur lain bersandar dan bergerak, maka ketika tiada resources berupa Manusia, maka proses administrasi dalam arti luas atau manajemen khususnya tidak berjalan.
Manusia sebagai figur sentral dalam manajemen, merupakan unsur yang harus dilestarikan atau dengan kata lain harus dijaga ketersediaannya, dalam hal ini ketersediaan dalam kualitas maupun dalam kuantitas. Banyak organisasi yang sebelumnya powerfull tiba-tiba kolaps dan mati ketika ketersediaan resourcces bernama manusia ini tidak terpenuhi. Banyak organisasi mampu bertahan dalam himpitan krisis moneter, suhu politik yang tidak bersahabat, atau tekanan dari pihak luar organisasi karena memiliki sistem kaderisasi yang baik.
Salah satu indikator sehatnya suatu organisasi adalah ketika terjadi peralihan generasi/regenerasi organisasi dapat berjalan seperti kondisi sebelumnya, bahkan lebih. Regenerasi dapat didefinisikan sebagai sutu perpindahan tongkat estafet dalam berorganisasi dari generasi yang lebih senior ke generasi yang lebih junior, dengan definisi senior dan junior sebagai peristilahan yang luas, bisa dari sisi usia, tahun masuk menjadi anggota dalam suatu organisasi dan lainnya). Sedangkan kaderisasi merupakan suatu usaha yang dirintis untuk mempersiapkan kader-kader penerus dalam suatu proses regenerasi.