Thursday, December 12, 2013

Sinergi BUMN dalam Pembangunan Infrastruktur Jalan



BAB  I
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG

Salah satu wujud dari peran pemerintah sebagai penyelenggara negara adalah menjadi penyedia barang/jasa kepada masyarakat. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui penyediaan sendiri melalui lembaga pemerintah, membentuk suatu badan usaha (Badan Usaha Milik Negara), dan melalui kerjasama dengan pihak swasta/asing. Ketiga model penyediaan barang/jasa tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Penyediaan barang/jasa melalui peran langsung pemerintah dilakukan dengan membentuk Kementerian dan Lembaga-lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). Badan usaha milik pemerintah dibentuk dengan berdasarkan mekanisme tersendiri yang lebih menonjolkan aspek-aspek swasta dalam pengelolaannya. Sedangkan kerjasama dengan swasta dilakukan apabila penyediaan barang/jasa dimaksud telah dilakukan juga oleh swasta.
Umumnya barang/jasa yang harus disediakan oleh pemerintah berupa barang publik saja, yakni barang/jasa yang memiliki nilai ekslusif sulit serta dikonsumsi secara kolektif. Hal ini dilakukan oleh pemerintah, karena pada umumnya swasta enggan terlibat dalam penyediaan barang/jasa tersebut. Contoh barang/jasa publik yang dapat disediakan oleh pemerintah adalah layanan kesehatan, pendidikan, air bersih, infrastruktur jalan, perlindungan keamanan dan lainnya.

Sunday, November 10, 2013

KURANG KOORDINASI SEBAGAI PENYEBAB TUJUAN ORGANISASI TIDAK TERCAPAI


 Latar Belakang
Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan (Pusintek) merupakan unit esselon II yang berada pada Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Memiliki tugas untuk mengkoordinasikan penggunaan teknologi informasi pada seluruh kementerian keuangan. Pusintek memiliki Indikator Kinerja Utama (IKU) tahun 2013 antara lain melakukan pengelolaan layanan TIK yang prima. Dalam mewujudkan pencapaian tujuan tersebut Pusintek memerlukan sinergi optimal satuan-satuan kerja yang ada di bawahnya. Pusintek memiliki 4 bidang teknis, Bidang Perencanaan Kebijakan dan Arsitektur TIK (PKTIK), Pengembangan Sistem Informasi (PSI), Pengelolaan TIK (PTIK), dan Bidang Operasional TIK (OPTIK), serta 1 Bagian Tata Usaha (TU) sebagai supporting unit.
Pengelolaan layanan TIK yang prima melibatkan 4 bidang teknis dan bagian Tata Usaha melalui Sistem Manajemen Layanan TIK berbasis ISO 20000. Pelaksanaan ISO 20000 mengalami kendala-kendala antara lain Pertama, keempat bidang teknis cenderung melakukan pekerjaan tanpa memperhatikan tujuan organisasi, yaitu mewujudkan pengelolaan layanan TIK yang prima, hal ini dilihat dari usaha masing-masing satuan kerja yang berorientasi pada tujuan-nya serta kerapkali membawa “bendera” bidang apabila berhubungan dengan pelanggan. Selain itu hasil assesment konsultan ISO 20000 menyatakan bahwa satuan-satuan kerja bertindak silo, tidak membentuk sistem yang terintegrasi. Kedua, ISO 20000 merupakan proses yang mengalir, output suatu bidang merupakan input bagi bidang lainnya dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Tidak memperhatikan aturan atau memiliki persepsi sendiri dan tidak dikonfirmasi atas framework ISO 20000 menyebabkan tujuan tidak tercapai. Ketiga, terjadi komunikasi yang kurang efektif antar pimpinan (esselon 2, 3, dan 4) dan antara pimpinan dengan bawahan. Komunikasi yang tidak efektif menjadi salah satu faktor gagalnya tercipta koordinasi yang baik. Saat ini komunikasi pekerjaan banyak berjalan melalui mekanisme disposisi. Kita ketahui bersama mekanisme disposisi ini banyak menyebabkan bias informasi.

Peran PT POS Indonesia sebagai BUMN Transportasi, Pergudangan, dalam Menunjang Perekonomian Indonesia


BAB  I
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG

BUMN adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. BUMN merupakan salah satu pelaku kegiatan bisnis dalam sistem perekonomian Indonasia, karena itu BUMN mempunyai peranan penting dalam penyelenggaraan perekonomian guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
BUMN dapat berbentuk Perusahaan Perseroan (persero), dan Perusahaan Umum (Perum), semua bentuk tersebut dapat disesuaikan dengan karekteristik  dan apa yang akan dikerjakan oleh BUMN tersebut.
BUMN didirikan merupakan implementasi dari pasal 33 UUD RI yaitu cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara, dan maksud awal dari pendirian BUMN di Indonesia adalah melindungi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, agen pembangunan, dan nasionalisasi perusahaan asing. BUMN juga memiliki arti penting dalam perekonomian Bangsa Indonesia, arti penting tersebut adalah sebagai berikut:

Tuesday, April 9, 2013

Sertifikasi ISO 20000

Manfaat ISO 20000
Boleh dibilang saat ini adalah eranya sertifikasi. Hal apapun dibuat standar dengan sertifikasi sebagai acuan utamanya. Baik standar nasional yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi di bawah naungan Badan Standardisasi nasional (BSN) maupun standar internasional yang dikeluarkan oleh institusi sertifikasi internasional. Dalam dunia pendidikan ramai dibicarakan sertifikasi untuk tenaga pengajar. Dunia IT tidak ketinggalan dengan seabreg sertifikasi. Surat izin mengemudi adalah standar bagi personal yang di-authorize untuk mengemudikan kendaraan. Bahkan sebuah helm saja memiliki standar yang tersertifikasi.
Standar umum, dan yang pertama digunakan dalam manajemen layanan Teknologi Informasi (TI) adalah ISO/IEC 20000 (ISO 20000). Standar ini secara spesifik menentukan persyaratan bagi institusi (merujuk kepada BUMN, Swasta dan Government) penyedia layanan TI untuk merencanakan, menetapkan, menerapkan, mengoperasikan, memantau, mereview, memelihara dan meningkatkan sistem manajemen layanan TI.

Wednesday, September 26, 2012

Implementasi ITIL: Sebuah Upaya Peningkatan Kualitas Layanan TI

 Pentingnya ITIL

Anda seorang developer aplikasi, sedang asyik coding, tiba-tiba User menanyakan mengapa mereka tidak bisa melakukan printing dari aplikasi yang anda buat. Atau anda seorang Network Enginer mendapat call dari pimpinan institusi (merujuk kepada BUMN, Swasta dan Government) untuk melakukan troubleshoot pada workstation-nya yang bermasalah. Sekali dua kali mungkin masih bisa kita tolerir. Namun jika frekuensinya besar dan berulang menjengkelkan bukan?.

Investasi Teknologi Informasi (TI) oleh unit TI sering dipandang oleh bagian lain institusi sebagai suatu pemborosan, tidak penting. Tidak adanya single point of contact untuk dukungan TI user, membuat user bingung dan frustasi kemana mereka melapor. Beban kerja tidak tercatat atau manajemen yang tidak memiliki kontrol terhadap bawahan. Hal-hal tersebut lumrah dalam pengelolaan layanan TI.

Implementasi Service Desk

Pentingnya Service Desk
“Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda” sepenggal kalimat iklan tersebut boleh jadi sesuai dengan peran kritikal Service Desk dalam manajemen layanan TI. Ketika Impresi positif muncul saat User berhubungan dengan penyedia layanan TI melalui Service Desk yang professional, maka akan terbentuk rasa nyaman untuk selanjutnya berkembang menjadi trust dan pada akhirnya memiliki dampak terhadap loyalitas User kepada institusi penyedia layanan TI. Imbasnya ketika trust meningkat menjadi loyalitas maka keberadaan institusi layanan TI menjadi langgeng. Sebaliknya ketika impresi negatif diterima oleh User yang terjadi adalah distrust, lunturnya loyalitas dan bagian terburuknya User tidak lagi menggunakan layanan TI dari institusi tersebut.
Begitu pentingkah Service Desk sehingga mampu menaikan atau menurunkan image, menjadi katalis berakhir atau berlanjutnya suatu hubungan kerja antara penyedia layanan TI dengan User-nya?.

Sunday, February 19, 2012

An Introductory Overview ITIL V3 : Buku Terjemahan

ITIL merupakan best practice sekaligus good practice dalam pengelolaan layanan TIK. Saat ini ITIL Versi 3 merupakan keluaran terbaru itSMF dalam pengelolaan layanan TIK. Tulisan ini merupakan terjemahan dari buku “An Introductory Overview of ITIL V3” keluaran itSMF (IT Service Management Forum). Banyak hal-hal baru tertuang dalam ITIL V3 yang tidak ditemukan dalam versi-versi sebelumnya.

Hal yang paling dominan dari versi sebelumnya adalah prinsip “IT Integrated with Business” di versi sebelumnya “IT Align with Business”. Perubahan prinsip dasar ini yang menyebabkan pendekatan dalam mengelola layanan berubah.

Secara ringkas buku terjemahan ini menyajikan paparan high level pada ITIL Versi 3. Ada 5 bagian utama dalam ITIL V3, yakni Service Strategy, Service Design, Service Transition, Service Operation dan Continual Service Improvement.

Sebagai pengantar buku ini patut untuk disimak.

Download tulisan lengkap: aamusda-Pengantar ITIL V3