Visi Kementerian
Keuangan saat ini adalah “Kami akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi
Indonesia yang inklusif di abad ke-21”.
Dalam visi ini, penggerak utama berarti
bahwa Kementerian Keuangan, dalam perannya sebagai pengatur dan pengelola
keuangan negara, berperan sebagai prime
mover dalam mendorong pembangunan nasional di masa depan. Melalui manajemen
pendapatan dan belanja negara yang proaktif, Kementerian Keuangan menggerakkan
dan mengarahkan perekonomian negara menyongsong masa depan. Pertumbuhan ekonomi
yang inklusif mengindikasikan bahwa pertumbuhan dan pembangunan yang diarahkan
oleh Kementerian Keuangan akan menghasilkan dampak yang merata di seluruh
Indonesia. Hal ini akan tercapai melalui koordinasi yang solid antar pemangku
kepentingan dalam pemerintahan serta melalui penetapan kebijakan fiskal yang
efektif. Menekankan abad ke-21 sebagai periode waktu menunjukkan bahwa
Kementerian Keuangan menyadari peran yang dapat dan harus dijalankan di dunia
modern, dengan menghadirkan teknologi informasi serta proses-proses yang modern
guna mewujudkan peningkatan yang berkelanjutan.
Visi ini menunjang visi pemerintah untuk
mencapai masyarakat adil dan makmur atau saat ini tertuang dalam visi
pembangunan nasional “Terwujudnya Indoensia yang berdaulat, mandiri, dan
berkepribadian berlandaskan gotong royong. Serta menunjang misi pemerintahan
Presiden Joko Widodo yang tercermin dalam Sembilan Agenda Prioritas atau Nawa
Cita.
Untuk mewujudkan visi tersebut, struktur
organisasi Kementerian Keuangan berdasarkan PMK Nomor 234/PMK.01/2015 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Kementerian Keuangan yang diubah oleh PMK Nomor 212/PMK.01/2017
tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 234/PMK.01/2015 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan terdiri atas:
Menurut Hasibuan (2010:128) struktur organisasi adalah suatu
gambar yang menggambarkan tipe organisasi, pendepartemenan organisasi
kedudukan, dan jenis wewenang pejabat, bidang dan hubungan pekerjaan, garis
perintah dan tanggung jawab, rentang kendali dan sistem pimpinan organisasi.
Struktur organisasi menjelaskan
bagaimana tugas kerja akan dibagi, dikelompokkan dan dikoordinasikan secara
formal. Struktur organisasi menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola
tetap hubungan diantara fungsi, bagian atau posisi maupun orang-orang yang
menunjukkan tugas, wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu
organisasi. Kerangka kerja organisasi tersebut disebut sebagai desain
organisasi (organizational design)
dan bentuk spesifik dari kerangka kerja organisasi dinamakan dengan struktur
organisasi (organizational structure).
Bentuk struktur organisasi pada
umumnya berbeda-beda serta memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing.
Berdasarkan hubungan yang ada pada organisasi menurut Hasibuan (2010:150)
terdapat lima jenis bentuk struktur utama organisasi, bentuk struktur
organisasi tersebut dapat dibedakan sebagai berikut:
1. Bentuk Organisasi Lini (Line Organization)
Organisasi lini
ini diciptakan oleh Henry Fayol, dalam tipe organisasi lini terdapat garis
wewenang, kekuasaan yang menghubungkan langsung secara vertikal dari atasan ke
bawahan.
Gambar 2 Line Organization
2. Bentuk
Organisasi Lini dan Staf (Line and Staff
Organization)
Bentuk organisasi lini dan staf pada dasarnya merupakan
kombinasi dari organisasi lini dan organisasi fungsional. Asas kesatuan komando
tetap dipertahankan dan pelimpahan wewenang berlangsung secara vertikal dari pucuk
pimpinan kepada pimpinan dibawahnya. Pucuk pimpinan tetap sepenuhnya berhak
menetapkan keputusan, kebijaksanaan, dan merealisasikan tujuan perusahaan.
Dalam membantu kelancaran tugas pimpinan, ia mendapat bantuan dari para staf.
Tugas para staf hanya memberikan bantuan, pemikiran saran-saran, data,
informasi, dan pelayanan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan untuk
menetapkan keputusan dan kebijaksanaannya.
Gambar 3 Line and Staff Organization
3. Bentuk
Organisasi Fungsional
Diciptakan oleh F.W. Taylor, bentuk organisasi ini disusun
berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan. Pada tipe
organisasi ini, masalah pembagian kerja mendapat perhatian yang
sungguh-sungguh, pembagian kerja didasarkan pada “spesialisasi” yang sangat
mendalam dan setiap pejabat hanya mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan sesuai
dengan spesialisasinya.
4. Bentuk
Organisasi Lini, Staf dan Fungsional
Merupakan kombinasi dari organisasi lini, lini dan staf, dan
fungsional, biasanya diterapkan pada organisasi besar serta kompleks. Pada
tingkat Dewan Komisaris (board of
director) diterapkan tipe organisasi lini dan staf, sedangkan pada tingkat middle manager diterapkan tipe
organisasi fungsional. Organisasi ini dilakukan dengan cara menggabungkan
kebaikan dan menghilangkan kelemahan dari ketiga tipe organisasi tersebut.
5. Bentuk
Organisasi Komite
Suatu organisasi yang masing-masing anggota mempunyai
wewenang yang sama dan pimpinannya kolektif. Organisasi komite (panitia = committees organization) mengutamakan pimpinan, artinya dalam organisasi ini
terdapat pimpinan “kolektif presidium/plural
executive” dan komite ini bersifat manajerial. Komite dapat juga bersifat
formal atau informal, komite-komite itu dapat dibentuk sebagai suatu bagian
dari struktur organisasi formal, dengan tugas-tugas dan wewenang dibagikan
secara khusus.
Disamping
pembagian kedalam 5 jenis struktur organisasi diatas, terdapat bentuk lain
untuk struktur organisasi yaitu sebagai berikut:
1. Struktur
Organisasi Fungsional
Struktur organisasi ini menekankan fungsi keahlian yang
diterapkan pada struktur.
Struktur organisasi yang terdiri dari orang-orang dengan
keterampilan yang sama dan melakukan tugas-tugas serupa yang kemuadian
dikelompokkan bersama menjadi beberapa unit kerja. Anggota-anggotanya bekerja
di bidang fungsional sesuai dengan keahlian mereka.
2. Struktur
Organisasi Geografis
Merupakan struktur organisasi yang mendasarkan pada ruang
lingkup geografis. Pembagian
kerja besar pada struktur ini dibagi bedasarkan wilayah kerja. Penyesuaian
strategi untuk kebutuhan setiap pasar geografis. Mendelegasikan tanggung jawab
laba / rugi ke level strategis terendah pada area tertentu. Mengambil
keuntungan dari ekonomi operasi lokal
3. Struktur
Organisasi Divisional / Struktur Unit Bisnis Strategis
Merupakan stuktur organisasi yang dikelompokkan berdasarkan
pada produk yang sama, proses yang sama, kelompok orang yang melayani pelanggan
yang sama, dan atau berlokasi di daerah yang sama di suatu wilayah geografis. Memaksa
koordinasi dan otoritas yang diperlukan ke level yang sesuai untuk respon cepat.
Menempatkan pengembangan dan penerapan strategi dalam kedekatan yang lebih
dekat dengan lingkungan unik dari divisi / SBU. Fokus pada akuntabilitas
kinerja organisasi. Meningkatkan fokus pada produk, pasar, dan respons cepat
terhadap perubahan.
4. Struktur
Organisasi Matrix
Merupakan struktur organisasi yang menggabungkan antara
struktur fungsional dengan struktur divisional untuk mendapatkan keuntungan
dari kedua struktur tersebut dan meminimalkan kekurangan dari masing-masing
struktur tersebut.
C. Analisis Struktur Organisasi Kementerian Keuangan
Berdasarkan uraian pada poin A
Struktur Organisasi Kementerian Keuangan dan poin B Teori Struktur Organisasi
dapat dilakukan analisis struktur organisasi kementerian keuangan adalah
sebagai berikut:
1. Struktur Organisasi Kementerian
Keuangan adalah Holding Type Organization
atau Organisasi Tipe Holding.
Yaitu organisasi dengan struktur masing-masing Direktorat Jenderal
dalam menjalankan tugas dan fungsinya memiliki sifat dan jenis yang
berbeda-beda satu dengan lainnya serta melakukan penyelenggaraan tugas dan
fungsi Kementerian pada wilayah daerah dilaksanakan oleh Kantor Wilayah
masing-masing Direktorat Jenderal.
Terdapat sebelas unit eselon 1 di lingkungan Kementerian
Keuangan, yaitu:
-
Sekretariat Jenderal (Setjen)
-
Inspektoart Jenderal (Itjen)
-
Direktorat Jenderal Anggaran (DJA)
-
Direktorat Jenderal Perimbangan
Keuangan (DJPK)
-
Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
-
Direktorat Jenderal Pengelolaan
Pembiayaan dan Risiko (DJPPR)
-
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
(DJBC)
-
Direktorat Jenderal Perbendaharaan
(DJPB)
-
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
(DJKN)
-
Badan Kebijakan Fiskal (BKF)
-
Badan Pendidikan dan Pelatihan
Keuangan
Pada struktur organisasi lini dan staf terdapat 2 unit
eselon 1 yang melaksanakan fungsi staf yakni Sekretariat Jenderal untuk fungsi
administrasi support dan Inspektorat Jenderal untuk fungsi pengawasan.
Sedangkan
kesembilan unit eselon 1 lainnya berperan sebagai organisasi lini dalam
pelaksanaan tugas-tugas utama Kementerian Keuangan.
Melihat fungsi yang dilaksanakan oleh unit eselon 1
berdasarkan struktur organisasi Lini, Staf dan Fungsional, masing-masing unit
eselon 1 melaksanakan fungsi yang berbeda-beda. DJA memiliki fungsi dalam
penyusunan APBN, DJPK memiliki fungsi dalam pengelolaan dana transfer ke
daerah, DJP memiliki fungsi pengelolaan pajak, DJPPR memiliki fungsi
pengelolaan utang, hibah dan risiko, DJBC memiliki fungsi pengelolaan
kepabeanan dan Cukai, DJKN memiliki fungsi penegleolaan kekayaan negara dan
lelang, BKF memiliki fungsi pembuatan kebijakan fiskal, dan BPPK melakukan
fungsi pendidikan dan pelatihan keuangan. Struktur organisasi fungsional
memiliki kaitan erat dengan organisasi divisional karena pembagiannya
didasarkan pada fungsi tertentu dan spesifik dari unit eselon 1 masing-masing.
Dalam pelaksanaan fungsi organisasi dalam skema geografis
biasanya berupa kantor wilayah dan kantor-kantor pelayanan. Sebagai contoh
berikut struktur organisasi Direktorat Jenderal Pajak dengan struktur kantor
wilayah dan kantor vertikal di daerah:
Berdasar uraian struktur oragnisasi Kementerian Keuangan dari
struktur lini, staf, fungsional, divisonal, geografis dapat dilihat hampir
seluruh jenis struktur organisasi ada di Kemeneterian Keuangan. Sehingga tepat
bila struktur organisasi Kementerian keuangan adalah Holding Type Organization. Karena dalam pelaksanaan tugasnya
masing-masing Direktorat Jenderal memiliki tugas sendiri-sendiri, memiliki
kewenangan untuk mengatur dirinya sendiri, namun demikian tetap memiliki fungsi
koordinasi dalam menjalankan tugas dan fungsi Kementerian Keuangan.
2. Perlu Perubahan Struktur Organisasi?
Sejak
berdirinya 73 tahun lalu Kementerian Keuangan telah banyak mengalami perubahan
struktur organisasi. Sejak saya bergabung dengan Kementerian Keuangan pada
tahun 2003 struktur organisasi sangat cepat mengalami perubahan. Contoh kantor
dimana saya bekerja pertama kali adalah Badan Informasi dan Teknologi Keuangan,
kantor ini survive pada tahun 2000-2004, sebelumnya bernama BAPEKSTA (Badan
Pelayanan Kemudahan Ekspor dan Pengolahan Data Keuangan) (1988-1999),
sebelumnya lagi bernama PAIK (Pusat Analisa Informasi Keuangan) (1978-1987).
Saat ini kantor yang saya tempati unutk bekerja adalah Pusintek (Pusat Sistem
Informasi dan Teknologi Keuangan) berdiri sejak tahun 2005 s.d sekarang.
Uraian diatas
sekedar contoh yang mencerminkan begitu cepatnya terjadi perubahan struktur di
Kementerian Keuangan. Untuk menjawab perlukan perubahan struktur organisasi
Kementerian Keuangan, kita dapat melihat historikal peraturan terkait
organisasi Kementerian Keuangan sebagai berikut:
§
Keputusan Menteri Keuangan Nomor
302/KMK.01/2004 Organisasi dan Tata Kerja Depkeu
§
Keputusan Menteri Keuangan Nomor
466/KMK.01/2006 Organisasi dan Tata Kerja Kemenkeu
§
Peraturan Menteri Keuangan Nomor
100/PMK.01/2008 Organisasi dan Tata Kerja Kemenkeu
§
Peraturan Menteri Keuangan Nomor
184/PMK.01/2010 Organisasi dan Tata Kerja Kemenkeu
§
Peraturan Menteri Keuangan Nomor
206/PMK.01/2014 Organisasi dan Tata Kerja Kemenkeu
§
Peraturan Menteri Keuangan Nomor
234/PMK.01/2015 Organisasi dan Tata Kerja Kemenkeu
§
Peraturan Menteri Keuangan Nomor
212/PMK.01/2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor
234/PMK.01/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan
Melihat historikal diatas perubahan struktur
organisasi Kementerian Keuangan sangat cepat terjadi. Hampir setiap dua tahun
terdapat perubahan struktur. Tentunya hal ini terjadi karena perubahan tersebut
dibutuhkan, misal karena terjadi perubahan lingkungan baik lingkungan internal
organisasi maupun lingkungan eksternal organisasi yang menuntut organisasi Kementerian
Keuangan menyesuaikan strukturnya.
Dunia saat ini telah memasuki era revolusi industri keempat
atau disebut juga Industri 4.0. Era ini ditandai dengan penggunaan mesin-mesin
automasi yang terintegrasi jaringan internet (internet of things). Industri 4.0 diperkenalkan sejak 2011 di
Jerman yang juga menjadi momentum penerapan ekonomi digital. Ada lima teknologi
utama yang menopang penerapan Industri 4.0, yaitu Internet of Things,
Artificial Intelligence, Human-Machine Interface, teknologi robotik dan sensor,
serta teknologi 3D Printing. Melalui penerapan Industri 4.0, diharapkan proses
produksi manufaktur menjadi semakin efisien sehingga terjadi peningkatan
produktivitas dan daya saing. Indonesia telah berkomitmen untuk menerapkan
Industri 4.0 guna membangun industri manufaktur yang berdaya saing global.
Komitmen ini ditandai dengan peluncuran “Making Indonesia 4.0” oleh Presiden
Joko Widodo awal April 2018 lalu sebagai peta jalan dan strategi Indonesia
dalam memasuki era digital yang tengah berjalan.
Melihat
perubahan tersebut, niscaya struktur organisasi Kementerian Keuangan harus
berubah kembali, menyesuaikan dengan perubahan lingkungan, tidak hanya pada
tatanan lokal indonesia melainkan perubahan yang terjadi pada tatanan global.
Dunia. Contoh perubahan struktur yang perlu dipikirkan untuk berubah adalah
pada penerimaan dan pengeluaran negara. Saat ini era teknologi informasi telah
mengubah perangai transaksi sebagian besar masyarakat, Fintech bahasa kerennya,
yaitu Financial dan Technology ditenggarai dalam lima sampai
sepuluh tahun ke depan akan menggantiakn sistem-sistem tradisional yang saat
ini ada. Boleh jadi fungsi kantor pelayanan perbendaharaan negara (KPPN) selaku
unit vertikal yang mengelola uang keluar dapat dihilangkan dalam struktur organisasi
Kemenkeu, karena sifat pengelolaan langsung diserahkan pada bank atau lembaga
keuangan.
Demikian
analisis struktur organisasi Kementerian Keuangan ini disusun.
DAFTAR PUSTAKA
Ferdinand D. Sinaga, Prof. DR. Handout Mata Kuliah Perencanaan dan Penganggaran Keuangan Negara, 2018
Indonesia Siap Masuki Era
Industri 4.0", online diakses 30 Oktober 2018 https://biz.kompas.com/read/2018/06/11/024023428/indonesia-siap-masuki-era-industri-40.
Perkembangan Organisasi Pusintek, online diakses 30 Oktober 2018 http://sepatanpaper.blogspot.com/2016/12/perkembangan-organisasi-pusintek.html
Jenis-jenis Struktur Organisasi, online diakses 30 Oktober 2018 https://alvinburhani.wordpress.com/2011/05/14/jenis-jenis-struktur-organisasi/
Struktur Organisasi kementerian Keuangan, online diakses 30 Oktober 2018 https://www.kemenkeu.go.id/profil/struktur-organisasi-kementerian-keuangan/











KABAR BAIK!!!
ReplyDeleteNama saya Lady Mia, saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman agar sangat berhati-hati, karena ada penipuan di mana-mana, mereka akan mengirim dokumen perjanjian palsu kepada Anda dan mereka akan mengatakan tidak ada pembayaran di muka, tetapi mereka adalah penipu , karena mereka kemudian akan meminta pembayaran biaya lisensi dan biaya transfer, jadi berhati-hatilah terhadap Perusahaan Pinjaman yang curang itu.
Perusahaan pinjaman yang nyata dan sah, tidak akan menuntut pembayaran konstan dan mereka tidak akan menunda pemrosesan transfer pinjaman, jadi harap bijak.
Beberapa bulan yang lalu saya tegang secara finansial dan putus asa, saya telah ditipu oleh beberapa pemberi pinjaman online, saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan menggunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman yang sangat andal bernama Ms. Cynthia, yang meminjamkan saya pinjaman tanpa jaminan sebesar Rp800,000,000 (800 juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa konstan pembayaran atau tekanan dan tingkat bunga hanya 2%.
Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya terapkan dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan.
Karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik jika dia membantu saya dengan pinjaman, sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman dengan mudah tanpa stres atau penipuan
Jadi, jika Anda memerlukan pinjaman apa pun, silakan hubungi dia melalui email nyata: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan atas karunia Allah, ia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda mematuhi perintahnya.
Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: ladymia383@gmail.com dan Sety yang memperkenalkan dan memberi tahu saya tentang Ibu Cynthia, ini emailnya: arissetymin@gmail.com
Yang akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran cicilan pinjaman saya yang akan saya kirim langsung ke rekening perusahaan setiap bulan.
Sepatah kata cukup untuk orang bijak.
kesaksian nyata dan kabar baik !!!
ReplyDeleteNama saya mohammad, saya baru saja menerima pinjaman saya dan telah dipindahkan ke rekening bank saya, beberapa hari yang lalu saya melamar ke Perusahaan Pinjaman Dangote melalui Lady Jane (Ladyjanealice@gmail.com), saya bertanya kepada Lady jane tentang persyaratan Dangote Loan Perusahaan dan wanita jane mengatakan kepada saya bahwa jika saya memiliki semua persyarataan bahwa pinjaman saya akan ditransfer kepada saya tanpa penundaan
Dan percayalah sekarang karena pinjaman rp11milyar saya dengan tingkat bunga 2% untuk bisnis Tambang Batubara saya baru saja disetujui dan dipindahkan ke akun saya, ini adalah mimpi yang akan datang, saya berjanji kepada Lady jane bahwa saya akan mengatakan kepada dunia apakah ini benar? dan saya akan memberitahu dunia sekarang karena ini benar
Anda tidak perlu membayar biayaa pendaftaran, biaya lisensi, mematuhi Perusahaan Pinjaman Dangote dan Anda akan mendapatkan pinjaman Anda
untuk lebih jelasnya hubungi saya via email: mahammadismali234@gmail.com
dan hubungi Dangote Loan Company untuk pinjaman Anda sekarang melalui email Dangotegrouploandepartment@gmail.com