Tuesday, December 13, 2016

Perkembangan Organisasi Pusintek

Pembahasan mengenai perkembangan organisasi Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan (Pusintek) dapat dibagi kedalam 4 termin waktu yakni Before Pusintek, Pusintek 2004-2010, Pusintek 2011-2014, dan Pusintek 2015 – sekarang.

Before Pusintek
Jauh sebelum berdirinya Pusintek, organisasi ini telah memiliki sejarah yang panjang. Keterbatasan referensi menjadi sebab kita tidak membahas detil termin waktu ini. Namun demikian terdapat beberapa hal yang dapat dicatat yakni:
  • PAIK (1976-1987)
PAIK (Pusat Analisa Informasi Keuangan) merupakan suatu unit eselon 2 pada Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan yang bertugas melakukan pembinaan dan pengembangan dalam pengolahan data departemen keuangan.[1]
  • BAPEKSTA (1988-1999)
BAPEKSTA (Badan Pelayanan Kemudahan Ekspor dan Pengolahan Data Keuangan) dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden nomor 27 tahun 1988. Badan ini merupakan unit esselon 1 gabungan antara PAIK dan P4BM. BAPEKSTA mempunyai tugas untuk memberikan pelayanan kemudahan ekspor[2].
  • BINTEK (2000-2004)
BINTEK (Badan Informasi dan Teknologi Keuangan) adalah unit esselon I yang memiliki tugas melaksanakan pembinaan, pengkoordinasian dan pelayanan pengolahan data serta pengembangan teknologi dan sistem informasi keuangan, sistem informasi keuangan daerah dan sistem informasi pembinaan Badan Usaha Milik Negara

Monday, October 19, 2015

Pengelolaan Service Desk pada Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan Kementerian


PENDAHULUAN
Perkembangan layanan Teknologi Informasi dan Telekomunikasi (TIK) yang dikelola oleh Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan (Pusintek), dinamika organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan, dan standar layanan sesuai standar call centre kepada stakeholder Service Desk menjadi salah satu sebab perlunya improvement setiap waktu dalam pengelolaan Service Desk.
Saat ini Pusintek mengelola 20 layanan yang dapat digunakan oleh unit-unit kerja di lingkungan kementerian Keuangan. Mulai dari pembuatan email kementerian yang bersifat individu kedinasan sampai dengan penyediaan perangkat untuk hosting sistem-sistem TIK yang digunakan oleh unit-unit tertentu. Beragamnya layanan membutuhkan pengetahuan secara luas dari pegawai yang bekerja pada Service Desk. Disamping pemahaman secara umum terhadap proses kerja sistem-sistem tersebut juga dibutuhkan kemampuan dasar untuk membantu menyelesaikan laporan gangguan yang disampaikan oleh pengguna layanan seperti gangguan pada Desktop, serta penggunaan email dan internet kementerian keuangan.
Dinamika organisasi di Kementerian Keuangan baik secara struktur maupun fungsi berdampak terhadap pelaksanaan tugas Pusintek. Secara struktur perkembangan organisasi terlihat dalam bentuk organisasi Pusintek sendiri yang telah beberapa kali berganti wadah, mulai dari unit esselon II bernama PAIK sampai dengan terkahir sebelum menjadi Pusintek berbentuk unit esselon I dengan nama BINTEK Keuangan. Selain dinamika dalam Pusintek, perubahan juga terjadi di unit organisasi lain di lingkungan kementerian diantaranya seperti perubahan struktur dan fungsi DJPU menjadi DJPPR, ataupun perubahan dalam lingkup esselon II contohnya unit yang melayani TIK di lingkungan DJPBN, yakni DTP dan DSP dilebur menjadi satu. Pemahaman terhadap perubahan organisasi tersebut baik secara struktur maupun fungsi berdampak terhadap Service Desk dalam memberikan layanan, minimal saat penggalian informasi serta ketepatan informasi yang diperoleh.

Monday, April 7, 2014

Pemimpin Tidak Berani Mengambil Keputusan

I.     Pendahuluan
A.     Latar Belakang
Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan, dua orang atau lebih dapat bekerja sama dalam proses yang disebut administrasi. Proses tersebut terjadi dalam wadah yang disebut organisasi. Dalam kehidupan berorganisasi terdapat proses manajemen yang bertumpu kepada kepemimpinan. Inti dari kepemimpinan adalah pengambilan keputusan. Didalamnya terjadi proses pemilihan alternatif  yang tersedia untuk menyelesaian permasalahan tertentu, sehingga dapat dikatakan inti dari administrasi adalah pemilihan alternatif-alternatif untuk menyelesaikan permasalahan.
Pemimpin memiliki peran sangat sentral dalam pengambilan keputusan. Sebaliknya dalam proses pembuatan keputusan dapat tidak terlibat secara langsung, disinilah peran bawahan/staf terlihat. Salah satu peran bawahan adalah menyediakan alternatif-alternatif solusi untuk pilih oleh pimpinan menjadi sebuah keputusan. Menjadi tantangan ketika pilihan alternatif-alternatif  yang disediakan tidak dipilih oleh pimpinan menjadi suatu keputusan. Mengapa hal tersebut terjadi? Terdapat dua hal yang menjadi penyebab, pertama rendahnya kualitas alternatif pilihan yang diajukan. Kedua, Pimpinan memang tidak berani mengambil keputusan.

Analisis Perusahaan Publik Pt. Aneka Tambang Tbk.



PENDAHULUAN
Suatu organisasi usaha/bisnis disebut sebagai Perusahaan (termasuk juga proyek-proyek) dan dalam perjalanannya membutuhkan atau melakukan kegiatan/usaha. (a business organization is called an enterprise as well as projects and undertakings that require effort). Setiap perusahaan selalu memiliki “kemauan” (hasrat) untuk mengambil usaha/aktivitas yang baru (ekspansif).
Berdasarkan sifatnya dalam pelayanan terhadap masyarakat, terdapat dua jenis perusahaan yakni perusahaan swasta dan publik.
Perusahaan swasta (perseroan terbatas) adalah  badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam undang-undang ini serta peraturan pelaksanaannya. (UU No 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas)

Thursday, December 12, 2013

Kupas Artikel “Optimisme dari Tepi Pesanggrahan”

Artikel “optimisme dari Tepi Pesanggrahan” mendeskripsikan upaya entrepreneurship dari seorang warga Karang Tengah Jakarta Selatan bernama H. Chaerudin atau dikenal Bang Idin dalam melakukan konservasi lingkungan di bantaran Sungai Pesanggrahan. Berawal dari rasa kesal atas kondisi sungai Pesanggrahan yang saat itu rusak parah, kotor, dan berbau. Dilanjutkan dengan langkah riil melakukan perjalanan dari hulu sungai Pesanggrahan (Gunung Pangrango) sampai hilir (Jakarta Utara). Dari penyusuran tersebut didapat ribuan rumah dibangun membelakangi sungai dengan sungai sebagai “tempat buang sampah”, selain itu dilakukan pencatatan jenis pohon, ikan dan satwa yang tersisa. Khusus bang Idin menyoroti kerusakan rumpun bambu pada bantaran sungai yang dianggap mampu menjaga kelestarian mata air sekaligus penyaring dan penyerap racun.
Upaya riil setelah penyusuran sungai adalah melakukan pembersihan sampah di bantaran sungai, melakukan diskusi dengan warga perihal bagaimana menjaga sungai, melakukan penghijauan sungai dengan aneka tanaman khususnya bambu. Membentuk kelompok tani Bambu Kuning yang selanjutnya berkembang menjadi Kelompok Tani Lingkungan Hidup (KTLH) Sangga Buana. Sampai dengan saat ini KTLH Sangga Buana mengelola 120 hektar kawasan disekitar Sungai Pesanggrahan diantaranya Hutan Kota Sangga Buana. Usaha bang Idin bersama KTLH Sangga Buana telah menghasilkan lingkungan Sungai Pesanggrahan yang lebih baik. Bekerjasama dengan PT Intiland Development Tbk untuk tetap mempertahankan keaslian bantaran sungai. Kerjasama tersebut antara lain dengan melakukan pembangunan dan penataan perumahan dan jaringan saluran air dengan konsep hijau. Selain itu KTLH juga mengembangkan usaha pengelolaan sampah untuk menghasilkan nilai yang lebih ekonomis.

Sinergi BUMN dalam Pembangunan Infrastruktur Jalan



BAB  I
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG

Salah satu wujud dari peran pemerintah sebagai penyelenggara negara adalah menjadi penyedia barang/jasa kepada masyarakat. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui penyediaan sendiri melalui lembaga pemerintah, membentuk suatu badan usaha (Badan Usaha Milik Negara), dan melalui kerjasama dengan pihak swasta/asing. Ketiga model penyediaan barang/jasa tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Penyediaan barang/jasa melalui peran langsung pemerintah dilakukan dengan membentuk Kementerian dan Lembaga-lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND). Badan usaha milik pemerintah dibentuk dengan berdasarkan mekanisme tersendiri yang lebih menonjolkan aspek-aspek swasta dalam pengelolaannya. Sedangkan kerjasama dengan swasta dilakukan apabila penyediaan barang/jasa dimaksud telah dilakukan juga oleh swasta.
Umumnya barang/jasa yang harus disediakan oleh pemerintah berupa barang publik saja, yakni barang/jasa yang memiliki nilai ekslusif sulit serta dikonsumsi secara kolektif. Hal ini dilakukan oleh pemerintah, karena pada umumnya swasta enggan terlibat dalam penyediaan barang/jasa tersebut. Contoh barang/jasa publik yang dapat disediakan oleh pemerintah adalah layanan kesehatan, pendidikan, air bersih, infrastruktur jalan, perlindungan keamanan dan lainnya.

Sunday, November 10, 2013

Peran PT POS Indonesia sebagai BUMN Transportasi, Pergudangan, dalam Menunjang Perekonomian Indonesia


BAB  I
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG

BUMN adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. BUMN merupakan salah satu pelaku kegiatan bisnis dalam sistem perekonomian Indonasia, karena itu BUMN mempunyai peranan penting dalam penyelenggaraan perekonomian guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
BUMN dapat berbentuk Perusahaan Perseroan (persero), dan Perusahaan Umum (Perum), semua bentuk tersebut dapat disesuaikan dengan karekteristik  dan apa yang akan dikerjakan oleh BUMN tersebut.
BUMN didirikan merupakan implementasi dari pasal 33 UUD RI yaitu cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara, dan maksud awal dari pendirian BUMN di Indonesia adalah melindungi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, agen pembangunan, dan nasionalisasi perusahaan asing. BUMN juga memiliki arti penting dalam perekonomian Bangsa Indonesia, arti penting tersebut adalah sebagai berikut: